Huawei P20 Pro, Salah Satu Ponsel Terbaik 2018

Jakarta: Huawei secara resmi mengumumkan ponsel premiumnya untuk pasar Tanah Air, Huawei P20 Pro. Ini adalah kali kedua meluncurkan produk kelas atas di Indonesia, setelah sebelumnya mereka meluncurkan Huawei P9 dua tahun silam.

Perusahaan asal Tiongkok ini kembali menawarkan beberapa inovasi dalam seri ponsel yang selalu menggandeng Leica sebagai merek kamera ternama. Apa yang menarik adalah Huawei hanya membawa varian P20 Pro untuk Indonesia, tanpa versi standarnya yang hanya menggunakan dua kamera.

Seperti yang sudah diberitakan, Huawei P20 Pro adalah ponsel yang mengadopsi tiga kamera belakang. Apa yang ditawarkan Huawei melalui P20 Pro? Apakah tiga kamera benar-benar memberikan kualitas foto yang dijanjikan? Berikut ulasan Medcom.id.

Desain

Pada umumnya, ponsel premium memiliki ukuran yang cukup besar dibanding ponsel di kelas lainnya. Hal ini juga berlaku pada Huawei P20 Pro. Dimensi 155 x 73.9 x 7.8 mm membuatnya terlihat memanjang ketimbang melebar. Ini cukup terasa ketika memegangnya dengan satu tangan, tetapi selama penggunaan tidak ada gangguan yang berarti, bahkan ketika sudah menggunakan casing tambahan.

Bobotnya 180 gram masih juga tergolong proporsional. Saya terbiasa menyimpan ponsel di saku celana, dan Huawei P20 Pro tidak memiliki masalah terhadap ruang di saku, seperti saat menggunakan ponsel dengan dimensi yang lebih kecil.

Saya tidak sabar untuk membicarakan desain belakang Huawei P20 Pro. Seperti yang sudah beredar di internet, Huawei P20 Pro menggunakan desain kamera yang revolusioner. Tiga kamera berada di sisi kiri atas, memanjang ke bawah. Memang mirip ponsel lain, tetapi tidak ada yang menyematkan lensa ketiga.

Dua lensa utama terpasang dalam satu bingkai, sementara satu kamera lagi punya bingkai sendiri, ditemani LED flash. Bukan hanya terpasang dalam posisi portrait, Huawei P20 Pro menekankan pengalaman penggunaan pada mode landscape. Hal ini terlihat dari penyematan merek Huawei pada posisi horisontal.

Bodi belakang Huawei P20 Pro dirancang berkilau. Unit pengujian Medcom.id menggunakan warna biru, yang membuatnya selalu mengkilap seperti melihat kaca. Desain seperti ini terbilang bagus karena akan membuat ponsel mudah dikenali. Satu kelemahannya adalah material seperti ini mudah kotor, baik oleh debu maupun sidik jari.

Mungkin ini bukan masalah besar, dan sebagian pengguna tetap akan membelinya. Jangan terlalu khawatir karena Huawei P20 Pro punya casing transparan tambahan dalam paket penjualannya. Kualitas casing ini juga lumayan bagus.

Membicarakan layar, Huawei P20 Pro adalah ponsel yang menyematkan poni dan mengusung konsep layar bezelless. Layar 6,1 inci dengan rasio layar ke bodi 82 persen masih menyediakan sedikit ruang di sisi bawah. Huawei menanamkan pemindai sidik jadi pada sisi yang tersisa ini.

Sementara tiga tombol utama menyatu dengan layar, yang bisa menghilang secara otomatis saat menjalankan aplikasi. Tampilan visual memang lebih besar dan memanjang, dan ternyata ini tepat saat dipakai menonton film dan bermain game.

Untuk antarmukanya, Huawei P20 Pro hanya menyediakan port USB Type-C, yang diapit dua lubang speaker. Ya, ponsel ini tidak punya port jack audio 3,5mm. Huawei mengantisipasi hal ini dengan menyediakan adapter khusus dalam paket penjualan.

Slot kartu SIM terdiri dari dua buah, tanpa dukung MicroSD. Ini dinilai wajar mengingat kapasitas memori internalnya yang sudah 128GB. Ada juga pemancar infra merah di pinggir atas untuk dukung fungsi pengendali perangkat lain.

Software & Antarmuka

Huawei P20 Pro menanamkan sistem operasi Android 8.1 Oreo dengan antarmuka EMUI 8.1. EMUI merupakan salah satu antarmuka yang cukup ringan jika diadu kompetitor. Huawei tidak memberikan banyak perubahan yang membuat operasional lebih lambat. EMUI fokus pada penyediaan fungsi eksklusif melalui Settings.

Tentu saja antarmuka ini punya desain ikon yang khas, tetapi dibuat semirip mungkin dengan gaya bawaan Android, sehingga pengguna tidak perlu beradaptasi ulang ketika mencari aplikasi esensial, seperti kamera atau daftar kontak.

Secara fungsi, EMUI 8.1 pada Huawei P20 Pro menawarkan beberapa gestur khusus. Mengusap layar ke bawah akan menampilkan kolom khusus pencarian. Ada juga pengaturan untuk tampilan animasi pergeresan panel. Sesuai OS, menahan tombol Home akan mengaktifkan fungsi Google Assistant.

Antarmuka ini menyediakan menu dropdown, dan ukuran layar yang memanjang membuat penggunanya bisa menampilkan aplikasi lebih banyak dalam satu layar. Pengguna juga bisa merapikan tampilannya dengan menciptakan folder khusus untuk kategori aplikasi tertentu. Jika merasa diperlukan, EMUI tetap mempunyai pilihan untuk memasang dropdown.

Huawei P20 Pro juga bisa menghilangkan poni dalam pengaturan Display. Ini cocok untuk konsumen yang lebih suka dengan ponsel layar bergaya lama. Satu hal yang cukup menarik adalah kemampuan untuk mengatur elemen warna layar secara spesifik.

Huawei P20 Pro menyediakan pilihan warna natural, yang bisa menampilkan warna putih secara akurat. Mematikan fungsi ini akan membuat layar menampilkan warna putih yang cenderung kuning. Pengaturan lebih spesifik diakomodir lewat menu Color Mode & Temperature.

Untuk status baterai juga cukup rinci. Huawei P20 Pro mampu menampilkan statistik penggunaan daya secara akurat, seperti sudah berapa kali mengakses kamera, berapa lama menggunakan Wi-Fi, atau berapa kali pengguna mengaktifkan layar.

Semuanya dirangkum dalam bentuk grafik yang mudah dipahami. Sebagai ponsel berbaterai besar, EMUI 8.1 juga menyediakan pengaturan optimalisasi baterai dengan menyediakan rekomendasi terbaik untuk memaksimalkan operasional. Ini memang sangat berguna ketika sisa daya baterai 20 persen.

Kamera & Video

Huawei P20 Pro tetap menggunakan teknologi Leica untuk kamera belakang. Tiga kamera yang terpasang terdiri dari 40MP RGB aperture f1.8, 20MP monokrom aperture f1.6, dan 8MP RGB aperture f2.4. Ketiganya memang punya fungsi berbeda sehingga warna foto bisa lebih akurat.

Salah satu ciri khas ponsel Huawei seri P yang mengadopsi teknologi Leica adalah kehadiran lensa khusus untuk warna hitam putih, yang selama ini menjadi kemampuan utama Leica. Sementara kehadiran lensa ketiga adalah untuk menopang kemampuan zoom agar foto tetap punya kualitas yang baik saat diperbesar.

Sesuai kualitasnya, Huawei P20 Pro bisa menghasilkan jepretan yang sangat baik. Ini berlaku ketika mengambil foto dalam cahaya mencukupi seperti di pagi atau siang hari (kondisi cuaca cerah), atau pada malam hari yang mengandalkan cahaya lampu.

Huawei P20 Pro mampu menghasilkan foto yang jernih dan akurat, termasuk elemen warna yang digunakan lebih natural ketimbang pesaingnya. Sama sekali tidak muncul noise yang biasanya tetap muncul dalam ISO tinggi, sekalipun cahaya yang diperlukan lebih dari cukup.

Salah satu aspek yang diunggulkan Huawei adalah kehadiran kecerdasan buatan melalui prosesor Kirin pada Huawei P20 Pro. Kecerdasan buatan ini bisa menyempurnakan elemen objek yang tadinya tidak tertangkap sempurna, tanpa memberikan sentuhan yang terkesan palsu. Ini biasanya terlihat ketika merekam foto dari objek yang posisinya cukup jauh.

Kecerdasan buatan ini juga bisa memprediksi beberapa objek yang bisa memberikan fokus lebih akurat, sehingga hasil foto lebih baik. Contohnya, kamera akan mendeteksi kucing sebagai objek ketika tertangkap kamera. Beberapa objek yang bisa dikenali dengan baik adalah kucing, anjing, langit, manusia, panggung, teks atau tulisan, jarak dekat, dan lain-lain.

Begitu juga ketika merekam foto di malam hari, Huawei P20 Pro bisa memanfaatkan pencahayaan dari objek sekitar. Ditambah dengan kecerdasan buatan, beberapa objek buram yang tertangkap bisa direkam lebih baik tanpa ada kesan bahwa sentuhan tersebut palsu.

Saya mencoba mengambil foto di malam hari, yang kondisinya dipenuhi kendaraan yang mengeluarkan cahaya lampu depan. Hasil fotonya tetap tajam dan akurat, seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini.

Beberapa kemampuan lain kamera belakang Huawei P20 Pro dalam merekam foto adalah menciptakan film singkat dengan menangkap objek yang sedang bergerak. Ada juga mode long exposure yang bisa menangkap dan menghimpun semua aspek cahaya dalam keadaan gelap untuk menciptakan perekaman foto dalam kondisi sangat buram.

Menggunakan mode Pro akan memberikan akses perekaman foto dalam format RAW. Pengguna juga bisa merekam dalam mode Portrait jika ingin mendapatkan efek Bokeh.

Kamera depan Huawei P20 Pro menawarkan kualitas 24MP. Beberapa fungsi yang ada di kamera belakang juga bisa dipakai kamera depan, seperti mode Portrait dan video. Kamera depan ini tentunya menyediakan fitur Beautify, dengan parameter 1-10. Kamera depan ini tetap bisa merekam objek yang bergerak untuk menjadi film singkat.

Satu hal yang menjadi pembeda dengan kamera depan produk kompetitor adalah hasil foto yang termasuk bagus, dengan sentuhan detil objek yang akurat untuk sebuah kamera depan. Selain itu, sensor kamera depan akan memberikan pencahayaan lebih secara otomatis ketika ada objek yang ditangkap.

Video adalah satu kemampuan berikutnya yang ingin dipamerkan Huawei P20 Pro. Kamera belakangnya bisa merekam video resolusi 2160p 30fps, 1080p 30fps atau 60fps, dan 720p mencapai 960fps. Ada fungsi stabilizer saat merekam video pada resolusi 1080p, yang membuat perekaman tidak goyang sekalipun bergerak.

Sementara kemampuan merekam 960fps pada resolusi 720p bisa didapatkan pada mode Slow Motion. Ya, Huawei P20 Pro bisa merekam video dalam gerakan lambat pada kecepatan 960fps. Artinya, efek seperti cipratan air atau gerakan rambut dapat direkam lebih pelan dan akurat.

Performa & Baterai

Huawei P20 Pro menggunakan prosesor Kirin 970 dengan RAM 6GB dan memori 128GB. Besarnya RAM dan kapasitas penyimpanan tentunya sudah lebih dari cukup untuk mendukung aktivitas penggunanya. Kirin 970 merupakan prosesor mandiri buatan Huawei, yang menekankan kemampuan kecerdasan buatan.

Saya menggunakan aplikasi PC Mark dan 3D Mark. berhubung tidak banyak ponsel di kelas yang sama yang hadir di pasar Indonesia, saya mencoba membandingkan performanya secara angka dengan Samsung Galaxy S9+. Pada grafik di bawah ini terlihat bahwa Huawei P20 Pro dengan Kirin 970 lebih unggul, baik dalam uji kualitas visual maupun kalkulasi.

Untuk penggunaan sehari-hari dengan skenario mengakses aplikasi media sosial atau memutar film pada resolusi 4K, Huawei P20 Pro bisa menjalankannya dengan baik. Operasional ketika pertama kali dinyalakan juga tergolong cepat, sekalipun telah banyak aplikasi yang memerlukan aktivitas di balik layar.

Tidak ada lag atau panas, termasuk saat bermain game PUBG Mobile. Game ini bisa dijalankan pada pengaturan grafis tertinggi, dan Anda tidak akan menemukan penurunan frame rate dari 60fps.

Sementara untuk baterainya, Huawei P20 Pro punya kapasitas 4.000 mAh, yang bisa membuatnya bertahan seharian penuh dalam menjalankan aktivitas berat. Selama tiga minggu, saya menggunakannya dengan skenario secara intensif mengakses Facebook, bermain game kelas berat, menonton Netflix, dan berselancar di internet.

Menemani aktivitas mulai dari berangkat bekerja sampai pulang malam hari, baterainya masih menyisakan daya sekitar 48 persen. Selama penggunaan, tentunya banyak aplikasi yang berjalan di balik layar. Seringkali aplikasi tersebut mengakses internet dalam intensitas yang lumayan banyak.

Satu kelebihan berikutnya yang saya lihat pada Huawei P20 Pro adalah kemampuan speaker yang murni mendukung Dolby Atmos. Kualitas audio yang dihasilkan tergolong sangat baik untuk sebuah smartphone. Volume suara juga lebih besar dan mampu memberikan detail audio yang cukup jernih.

Saat menonton film, speaker bisa menghasilkan sumber suara yang akurat. Ini berkat peran speaker pada sisi atas yang juga aktif. Dengan begitu, asal suara bisa lebih akurat mengikuti film yang diputar. Ini juga berlaku saat bermain game, tetapi perlu diingat bahwa game tersebut juga harus sudah mendukung efek surround.

Kesimpulan
Huawei P20 Pro adalah salah satu smartphone terbaik di kelas premium yang hadir tahun 2018. Kamera berkualitas tinggi yang mampu menghasilkan detail warna dan objek secara akurat, baik ketika siang hari atau malam hari membuatnya bisa menjadi pilihan utama konsumen yang gemar fotografi. Software dukungan untuk kamera juga punya banyak pilihan yang memberikan keleluasaan ketika ingin merekam momen dengan selera yang berbeda.

Antarmuka juga menjadi faktor pendukung utama Huawei P20 Pro. Banyak fitur yang disajikan untuk mempercantik tampilan layar depan. Ada juga beberapa akses yang membuat penggunannya lebih personal ketika menggunakan Huawei P20 Pro, seperti penyematan elemen warna yang ditampilkan, sampai manajemen baterai yang lumayan terperinci. Tidak lupa juga dukungan poni yang membuat tampilan smartphone lebih canggih.

Harga Rp11.999.000, membuat Huawei P20 Pro sebagai ponsel premium yang cukup kompetitif di pasar. Informasi tambahan, harga ini lebih murah dari versi global, sekitar Rp16 juta. Oleh karena itu, Anda yang sedang mencari ponsel premium dengan kemampuan kamera, desain, dan performa yang keren, layak membeli Huawei P20 Pro.
 

  Huawei P20 Pro
Prosesor Kirin 970
RAM 6GB
OS Android 8.1 Oreo + EMUI 8.1
Memori Internal 128GB
Kamera Belakang 40MP + 20MP + 8MP (belakang, 24MP (depan)
Baterai 4.000 mAh
Layar 6,1 inci 2240 x 1080 piksel
Harga Rp11.999.000

 

Huawei P20 Pro

Plus

  • Desain keren
  • Kualitas kamera terbaik di kelasnya
  • Harga kompetitif di segmen premium
  • Pengisian baterai cepat
  • Kapasitas 128GB

Minus

  • Bodi belakang disarankan pakai pelindung tambahan

 

(MMI)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.

Huawei Y5 Prime (2018), Ramaikan Segmen Rp1 Juta

Jakarta: Huawei terus memperkuat eksistensinya di Indonesia, seiring sengitnya kompetisi smartphone. Tidak hanya merilis produk premium di Indonesia lewat Huawei P20 Pro, Huawei juga melengkapi jajaran produk smartphone terjangkau.

Salah satunya yang terbaru adalah Huawei Y5 Prime (2018), yang hadir dalam kemasan berwarna putih segar sama seperti kemasan smartphone Huawei seri premium. Mengingat pasar smartphone Indonesia di segmen terjangkau dan menengah cukup ramai, Huawei Y5 Prime (2018) yang dibanderol Rp1,5 juta patut dilirik.

 

Desain

Umumnya tidak banyak yang bisa dibicarakan dari desain sebuah smartphone di rentang harga Rp1 juta. Alasannya karena desainnya yang sederhana dan lebih menawarkan value dari spesifikasi yang dibawa.

Pembicaraan mengenai desainnya biasanya hanya soal bagus atau tidak, apabila sebuah produk tidak memiliki keunikan. Menurut Medcom.id, Huawei Y5 Prime (2018) patut digolongkan ke dalam smartphone dengan desain cukup bagus untuk harga Rp1 juta.

Meskipun menggunakan material plastik warna hitam gelap pada Huawei Y5 Prime (2018), tampilannya tidak terlihat seperti material bodi smartphone murah. Tampilannya masih tergolong elegan dengan desain layar Full View 5,45 inci, sehingga bezel di bagian kiri dan kanan layar menjadi tipis.

Layar tersebut hadir dengan resolusi 1440 x 720 HD+ yang menyisakan bezel di bagian bawah yang masih tergolong lega dan diisi dengan nama sang merek. Jadi tidak ada tombol kapasitif, tombol navigasi berada di atas layar yang muncul saat digunakan.

Huawei Y5 Prime (2018) memiliki tepian membulat dengan ketebalan bodinya 8,3mm, masih tergolong tipis dan bobotnya hanya 142 gram yang menurut kami masih ringan dan nyaman di genggam dengan satu tangan.

Sementara di bagian belakangnya kami hanya menjumpai logo Huawei dan kolom tempat kamera melekat yang disusun horizontal. Hanya terdapat satu kamera belakang dengan resolsui 13MP dilengkapi Dual LED flash.

Bagi Anda yang tidak menyukai slot kartu SIM dan memori MicroSD model hybrid, Huawei Y5 Prime (2018) hadir dengan model slot Dual SIM yang terpisah dengan slot MicroSD, sehingga Anda tidak perlu cemas soal.

Software & Antarmuka

Huawei Y5 Prime (2018) hadir langsung membawa sistem operasi Android 8.1 Oreo dan menggunakan antarmuka EMUI 8.0. Ciri khas smartphone Huawei adalah pada umumnya hadir dengan beragam fitur menarik.

Banyak fitur tersebut yang tidak tampil disini, misalnya navigation dock maupun mengetukkan siku jari ke layar untuk mengambil screenshot. Berdasarkan penelusuran kami, hanya tersedia fitur menyapukan tiga jari ke bagian bawah layar untuk mengambil screenshot.

Berhubung di kleas terjangkau, tidak banyak yang bisa dibahas dari software maupun antarmukanya. Secara keseluruhan, antarmuka ini sederhana dan masih enak dilihat. 

Kamera & Video

Saat menggunakan smartphone di harga Rp1 juta, kerap ada stigma negatif bahwa sebesar apapun angka resolusi kameranya maka hasil fotonya kurang bagus. Justru hal ini tidak berlaku untuk kamera belakang Huawei Y5 Prime (2018) yang membawa resolusi 13MP aperture f/2.0.

Dalam uji coba yang kami lakukan, hasil foto kamera belakangnya tergolong cukup bagus untuk smartphone di kelas harga Rp1 juta. Hasil foto kamera belakangnya cukup akurat dalam kondisi outdoor dan menurut kami memuaskan.

Sementara dalam kondisi indoor dengan syarat pencahayaan yang cukup, hasil foto yang dihasilkan masih memiliki akurasi warna yang tajam dan tidak gelap. Namun, dalam pencahayaan yang kurang di kondisi indoor maupun outdoor maka jangan berharap hasil fotonya akan memuaskan.

Pengalaman kami, hasil fotonya tidak akan tajam dan justru terlihat berbayang. Kemungkinan besar berbayang ini diakibatkan sensor kamera yang sangat sensitif terhadap getaran di smartphone saat menekan tombol shutter, ditambah kecepatan fokusnya masih terasa lambat.

Tidak ada banyak mode yang disediakan Huawei untuk kamera depannya hanya ada HDR, Beauty dan Panorama. Untuk kemampuan merekam video, kamera belakangnya mampu merekam video berkualitas 1080p di frame rate 30fps.

Beralih ke kamera depannya yang memiliki resolusi 5MP. Dalam kondisi pencahayaan yang cukup kualitas fotonya memuaskan, tajam dan warnanya cukup akurat. Kami menemukan kondisi fotonya terlihat seperti berbayang dalam kondisi pencahayaan yang kurang bagus sehingga timbul kesan kameranya tidak fokus.


Performa & Baterai

Sebagai smartphone yang dibanderol dengan harga Rp1.599.000, spesifikasi Huawei Y5 Prime (2018) sudah bisa ditebak.

Smartphone ini hadir dengan prosesor MediaTek MT6739 Quad-core 1,5GHz dan GPU PowerVR GE8100 dengan RAM 2GB dan memori internal 16GB yang bisa ditambah MicroSD hingga kapasitas 256GB.

Dalam pengujian menggunakan aplikasi 3DMark dan PCMark Huawei Y5 Prime (2018) terpantau memberikan skor yang tidak cukup besar dibandingkan beberapa smartphone lain di rentang harga yang sama.

Hal ini berakibat Huawei Y5 Prime 2018 berjalan kurang lancar saat digunakan untuk bermain game seperti PUBG Mobile, meskipun kualitas grafis game sudah di tingkat paling rendah. Bahkan tampilan karakter game kerap tidak muncul di permainan.

Disarankan untuk tidak memainkan game yang membutuhkan tampilan grafis cukup menguras performa. Perlu diingat juga bahwa Huawei Y5 Prime (2018) hanya hadir dengan RAM 2GB.

Meskipun begitu untuk multitasking untuk membuka aplikasi media sosial sekaligus peramban dan semacamnya masih terhitung lancar.

Kemudian bicara daya tahan baterainya yang hadir dengan kapasitas 3.020 mAh Huawei Y5 Prime 2018 bertahan hingga 9,5 jam lewat pengujian simulasi penggunaan multitasking yang dimiliki aplikasi PCMark. Daya tahan tersebut cukup bagus, bisa diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari tanpa bermain game.

Kesimpulan
Huawei Y5 Prime (2018) memang bukan smartphone kelas menengah ke atas (mid-high) apalagi premium, Tidak sah apabila membandingkannya dengan smartphone di harga Rp3 juta atau lebih.

Melihat performanya, Huawei Y5 Prime (2018) sebetulnya masih layak dan tidak buruk untuk smartphone di segmen entry level. Kualitas kameranya tidak buruk dan daya tahan baterainya sangat cukup.

Mengingat smartphone ini tidak disarankan untuk bermain game, maka daya tahan baterainya mungkin bisa lebih lama lagi. Bagi Anda yang mencari smartphone terjangkau dan tidak memiliki keinginan untuk memainkan game populer saat ini, Huawei Y5 Prime (2018) tidak buruk.
 

  Huawei Y5 Prime (2018)
Prosesor MediaTek MT6739 Quad-core 1,5GHz
RAM 2GB
OS Android 8.1 Oreo/EMUI 8.0
Memori Internal 16GB + MicroSD 256GB
Kamera Belakang 13MP, Depan 5MP
Baterai 3.020mAh
Layar 5,45 inci HD+Full View 18:9
Harga Rp1.699.000

 

Huawei Y5 Prime (2018)

Plus

  • Layar lega aspek rasio 18:9
  • Desain ergonomis di genggaman
  • Harga masih terjangkau
  • Kamera belakang cukup memuaskan di kelasnya
  • Daya tahan baterai panjang

Minus

  • Performa kurang untuk gaming
  • Kualitas kamera depan masih bisa tingkatkan

(MMI)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.

ASUS ZenFone 5, Keren di Kelasnya

Jakarta: ASUS kembali bertarung di pasar Indonesia yang dikenal sangat kompetitif lewat ZenFone 5. Penamaan ponsel baru ini memang sama persis dengan smartphone yang sudah mereka rilis ketika awal terjun ke industri smartphone.

Mereka pun memanfaatkannya dengan menggunakan tagar #BackToFive. Ketimbang menggunakan nama baru, ASUS lebih menginginkan memperbarui seri smartphone mereka dengan teknologi dan fitur terkini.

ZenFone 5 juga menjadi cara ASUS memperlihatkan kepada konsumen bahwa mereka belajar banyak, mengembangkan inovasi, dan tidak ingin lagi kalah dari para pesaingnya. Berikut ulasan Medcom.id tentang ZenFone 5.

Desain

Untuk sebuah ponsel di harga menengah, desain ASUS ZenFone 5 cukup menawan. Ini langsung terlihat dari penyematan bodi semi kaca yang membuatnya berkilau begitu terkena cahaya. ASUS ZenFone 5 mengusung dimensi 153 x 75.7 x 7.9 mm, tergolong proporsional ketika dipegang satu atau dua tangan. Penggunaan selama satu bulan membuat saya mengambil kesimpulan bahwa ponsel ini cukup ergonomis.

ASUS ZenFone 5 mengikuti tren masa kini, yaitu penyematan poni dengan penyempurnaan. Setidaknya begitulah klaim semua vendor ponsel Android yang pada akhirnya menanamkan tren yang pertama kali dipopulerkan oleh iPhone X ini.

Memang, desain poni bukanlah diciptakan oleh Apple, tetapi setidaknya iPhone tetap menjadi patokan para produsen perangkat Android. Desain poni sendiri memang memiliki keuntungan, yaitu memberikan kesan tampilan layar yang lebih luas. ASUS juga memberikan pilihan menutup poni tersebut dengan pengaturan di menu Settings.

Melihat desain depannya, ASUS ZenFone 5 mengusung layar bezel tipis, dengan rasio layar ke bodi mencapai 83,6 persen. Layarnya sendiri berukuran 6 inci dengan aspek rasio 18,7:9. Menyatukan tiga tombol utama ke dalam layar membuat tampilan layarnya tergolong besar, apalagi ketika tombol akan menyembunyikan dirinya saat tidak terpakai. Namun, ukurannya dibuat tidak terlalu memanjang, sehingga enak saat dipakai baik dalam mode landscape maupun portrait.

Beralih ke bagian belakang, ASUS ZenFone 5 menggunakan lapisan berkualitas yang membuatnya berkilau saat terkena cahaya. Saya mengatakan ini karena mudah dibersihkan walaupun memang mudah kotor karena sidik jari. Penyematan pemindai sidik jari di tengah dengan komponen yang berbeda membuat komponen tersebut seperti pusat pantulan ketika terkena cahaya.

Material ini ternyata tidak mengurangi tingkat ergonomis saat dipegang satu tangan. Faktor pendukungnya adalah pinggiran berbahan aluminium yang memberikan grip cukup baik, terlepas dari desain bodi belakang yang rata.

Untuk konektivitasnya, ASUS ZenFone 5 telah mengadopsi port USB Type-C, dan tetap menyediakan jack audio 3,5mm. Konsekuensinya, lubang speaker menjadi lebih sedikit. ASUS menutupi kelemahan itu dengan menanamkan komponen audio yang lebih baik. Sementara untuk kartu SIM, ASUS tetap menanamkan slot hibrida, dengan slot ke-2 multifungsi untuk kartu MicroSD kapasitas hingga 400GB.

Software & Antarmuka

ASUS ZenFone 5 sudah menggunakan Android 8.0 Oreo. Tentunya ASUS tetap menyematkan antarmuka ZenUI 5.0. Apa yang menjadi pembeda dari generasi sebelumnya adalah ASUS memberikan tampilan baru yang menunjukkan ciri khas ASUS, seperti penggunaan elemen warna biru cenderung gelap dan kuning yang lebih dominan.

Tidak ada perbedaan desain ikon untuk aplikasi bawaan. ASUS memasang beberapa aplikasi bawaan mereka dengan ikon yang lebih unik. Ada kemungkinan konsumennya perlu sedikit waktu tambahan untuk mengenali aplikasi tersebut ketika sebelumnya menggunakan antarmuka lain.

Antarmuka ini menyediakan fungsi dropdown melalui swipe atas, yang akan menampilkan semua aplikasi yang terpasang. Pengguna juga bisa mencari aplikasi via bar pencarian untuk akses lebih cepat. Beberapa fungsi dasar pengaturan seperti pembuatan folder khusus atau gaya pergerakan panel juga tetap ada.

Hanya saja, ZenUI 5.0 tidak menyediakan pilihan menghapus fungsi dropdown. Saya sendiri terbiasa tanpa menggunakan fungsi tersebut, sementara sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman dengan adanya fungsi ini. Alasannya adalah aplikasi yang ditampilkan di homescreen akan lebih sedikit.

ZenUI 5.0 menawarkan beberapa fungsi spesial untuk ASUS ZenFone 5. Fitur yang paling terlihat adalah dukungan untuk menghapus poni, sehingga bagian notifikasi akan tampil menggunakan warna dasar hitam. Ya, poni ASUS ZenFone 5 terpasang secara hardware, dan cara untuk menutupinya adalah dengan memberikan elemen warna yang sama.

Dalam konteks ini, warna hitam solid seperti saat layar dalam keadaan mati. Poni juga otomatis menghilang saat pengguna memakai ASUS ZenFone 5 dalam posisi horizontal, seperti menonton film atau bermain game. ASUS menyadari bahwa kondisi tersebut memberikan pengalaman penggunaan terbaik.

Sementara untuk fitur lainnya, ASUS ZenFone 5 punya beberapa menu tambahan yang tersimpan dalam menu Settings. Anda bisa mengatur penggunaan dua profil dalam satu aplikasi sekaligus. Hal yang baru adalah kehadiran ZeniMoji.

Sesuai namanya, fitur ini menyediakan emoji animasi yang akan tersinkronisasi dengan aplikasi pihak ketiga yang sudah mendukung. Ada juga mode anak-anak yang akan membatasi akses terhadap beberapa aplikasi.

Terkait bloatware, ASUS tidak banyak membawa aplikasi pihak ketiga yang biasanya memenuhi kapasitas penyimpanan. Anda hanya akan menemukan Facebook dan Messenger, serta dua aplikasi lainnya yang dinilai lebih esensial ketimbang aplikasi bawaan pada umumnya.

Minimnya aplikasi luar ini membuat ZenUI 5.0 pada ASUS ZenFone 5 terasa lebih ringan, termasuk saat ponsel pertama kali menyala.

Kamera & Video

ASUS ZenFone 5 membenamkan dua kamera belakang 12MP dan 8MP. Anda yang pernah menggunakan ponsel ASUS pasti sadar bahwa kualitas kamera ZenFone masih kalah jika diadu dengan produk lain di kelas yang sama.

Namun, hal itu tidak lagi berlaku untuk ASUS ZenFone 5. Kualitas kamera belakang mendapatkan penyempurnaan, terutama dengan mengadopsi lensa Sony terbaru. Harus saya akui, kualitas fotonya jauh lebih baik, bahkan termasuk yang terbaik untuk ponsel kelas menengah.

Kamera belakang ASUS ZenFone 5 mampu merekam foto dengan hasil yang sangat baik dan tajam dalam kondisi pencahayaan cukup. Kemampuan kecerdasan buatan dari prosesornya memastikan bahwa lensa bisa menangkap objek fokus yang cepat dan tepat, sehingga foto lebih akurat. Hal ini juga berlaku ketika mengambil foto dengan mode wideangle dan dalam pencahayaan yang cukup gelap. Lebih jelasnya, Anda bisa melihat contoh foto di bawah ini. Foto bisa diklik untuk menampilkan kualitas foto yang lebih optimal.

Dua foto di bawah ini adalah contoh perekaman malam hari, tanpa HDR dan dengan HDR.

ASUS ZenFone 5 bisa menghasilkan foto dengan saturasi yang baik, hanya saja untuk warna, kamera masih menangkap elemen yang lebih muda. Misalnya, menangkap warna merah akan memproyeksikan foto dengan merah yang lebih mudah.

Meskipun begitu, ini tidak berlaku untuk semua warna. Saya melihat warna yang cenderung mudah ini berlaku untuk elemen warna merah, seperti jingga dan krem. Elemen warna hijau terlihat lebih tajam, begitu juga dengan warna biru.

Sementara kamera depannya punya kualitas 8MP. Saat memperkenalkan ZenFone 5, ASUS memang tidak begitu menekankan kemampuan kamera depan. Untuk memaksimalkan kualitas foto, ASUS membenamkan aplikasi SelfieMaster. I

ni memang menjadi aplikasi pendukung kamera depan pada seri sebelumnya. Hasil foto memang bisa lebih baik ketika pengguna menggunakan aplikasi ini, tetapi kualitasnya tetap berada di koridor kemampuan sebuah kamera depan.

Terkait kemampuan video, ASUS ZenFone 5 bisa merekam pada resolusi 2160p pada kecepatan maksimal 30fps. Sementara pada resolusi 1080p, ponsel ini bisa mendukung kecepatan 30fps, 60fps, dan 120fps sesuai kebutuhan. Tidak ada dukungan EIS untuk perekaman video via kamera belakang. Sementara kamera depan juga mendukung perekaman video pada resolusi tertingi 2160 x 1080. Ini cocok untuk mereka yang terbiasa mengunggah video portrait ke media sosial.

Performa & Baterai

ASUS ZenFone 5 berada di kelas menengah berdasarkan spesifikasinya. Smartphone ini menggunakan prosesor Snapdragon 636. Versi yang Medcom.id jajal kali ini adalah yang menggunakan RAM dan ruang penyimpanan 4GB/64GB.

Seperti biasa, kami membandingkannya dengan beberapa ponsel yang sama di kelasnya. Harus diakui, performanya merupakan yang terbaik dalam database milik Medcom.id.

Jika melihat lebih jauh, performa yang dihasilkan unggul dalam semua aplikasi yang dijalankan, seperti PC Mark dan 3D Mark. Skornya memang selisih tipis dengan Xiaomi Redmi Note 5, yang spesifikasinya memang hampir sama.

Performa yang memadai ini juga mendukung penggunanya bermain game dengan grafis yang cukup berat. Kali ini Medcom.id menggunakan PUBG Mobile. Game ini bisa mendeteksi spesifikasi ponsel, sehingga mampu memberikan rekomendasi yang tepat dalam bermain secara optimal. PUBG Mobile berjalan lancar pada pengaturan medium.

Secara operasional, ASUS ZenFone 5 tidak menghasilkan panas yang cukup mengganggu, bahkan pada saat diapaki menonton, bermain game, atau merekam video dalam waktu yang lama. Salah satu alasannya adalah prosesor yang kinerjanya lebih baik tanpa menghasilkan panas berlebih.

Selain itu, selama penggunaan sehari-hari, saya tidak menemukan lag, baik dalam menjalankan beberapa aplikasi media sosial sekaligus sambil bermain, atau mengunduh aplikasi berukuran besar dengan aktivitas lainnya. Pengalaman penggunaan terasa cukup baik, ditambah ukuran layar yang proporsional dan nyaman.

Untuk baterainya, ASUS ZenFone 5 memang masih kalah dengan saudaranya yang terfokus pada kemampuan baterai, ASUS ZenFone Max Pro M1. ASUS ZenFone 5 juga masih kalah dengan pesaing terdekatnya, dengan selisih sekitar 2 jam.

Namun, operasional harian 9 jam sudah termasuk mumpuni untuk sebuah ponsel. Perlu diingat bahwa pengujian daya tahan baterai menggunakan skenario pengerjaan aplikasi berat terus menerus, seperti menonton video, browsing, dan bermain game.

Kesimpulan
ASUS ZenFone 5 adalah salah satu ponsel kelas menengah terbaik untuk saat ini. ASUS berhasil mencurahkan inovasi mereka secara tepat kepada ponsel ini. Desain yang menawan berkat dan tidak pernah ditemukan pada seri sebelumnya memang membuat ASUS ZenFone 5 seperti menghadirkan cita rasa baru dari sang produsen.

Tidak hanya secara desain, ASUS juga menyempurnakan aspek kamera yang selama ini memang menjadi perhatian konsumen. Tidak heran jika kualitas kameranya disebut salah satu yang terbaik menurut DxO Mark.

Secara performa, ASUS ZenFone 5 sudah bisa menghasilkan kemampuan yang sebenarnya tidak kalah jauh dengan ponsel lain yang berada di kelas premium. Ponsel dengan harga yang lebih mahal mungkin menawarkan RAM lebih dari 4GB.

Kenyataannya, RAM 4GB sudah sangat mumpuni untuk menemai aktivitas harian. Sebagian orang bahkan menganggap bahwa RAM 4GB sudah cukup besar. Pada akhirnya pengalaman penggunaan juga akan sama dengan yang premium.

  ASUS ZenFone 5
Prosesor Qualcomm Snapdragon 636
RAM 4GB
OS Android 8.0 Oreo + ZenUI 5.0
Memori Internal 64GB
Kamera 12MP + 8MP (belakang), 8MP (depan)
Baterai 3.300 mAh
Layar 6,2 inci, 2160 x 1080 pixel
Harga Rp3.899.000 (flash sale), Rp4.199.000 (ritel)

ASUS ZenFone 5

Plus

  • Desain keren, tampil beda, dan ergonomis
  • Dukungan kecerdasan buatan yang lebih optimal
  • Performa termasuk terbaik di kelasnya
  • Tidak panas
  • Kualitas kamera sangat baik

Minus

  • Bodi belakang mudah kotor karena sidik jari
  • ZenUI 5.0 tak bisa hapus mode drop-down
  • Kamera belum optimal tanpa OTA

(MMI)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.

ASUS ROG Strix RX Vega 64 O8G Gaming, Desain Sama Beda Performa

Jakarta: Beberapa waktu lalu, Medcom.id sudah menjajal performa memuaskan dari kartu grafis ASUS ROG Strix GTX 1070Ti A8G Gaming, kini kami kembali kedatangan kartu grafis selanjutnya dari seri yang sama tapi berbeda jeroan yakni ROG Strix RX Vega 64 O8G Gaming.

Melihat namanya produk tersebut Anda sudah pasti mengetahui bawa produk yang kami baru saja datang ini menggunakan GPU AMD Radeon RX Vega 64. Saat melihatnya, desainnya tidak jauh berbeda.

Ya, desain ROG Strix RX Vega 64 O8G Gaming tidak berbeda dengan ROG Strix GTX 1070Ti A8G Gaming atau boleh dibilang mengusung desain yang biasa dihadirkan oleh sebagian besar jajaran produk kartu grafis seri ASUS ROG Strix termasuk dengan ornamen LED RGB yang tersedia.

Di bagian atas dan bawah dekat masing-masing kipas terdapat LED RGB termasuk logo ASUS ROG yang ada di panel belakangnya. Semuanya bisa dikustomisasi lewat software ASUS Aura Sync.

ASUS ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming hadir dengan form factor kartu grafis dengan tiga kipas pendingin sehingga menyajikan sistem pendingin yang baik. ASUS juga masih mengadopsi desain Wing Blade untuk baling-baling kipasnya yang mampu berputar kencang dengan bunyi senyap.

Bodinya yang tebal juga merupakan efek dari implementasi heatsink yang tebal. ASUS juga memasang teknologi desain ASUS Max Contact yang membuat permukaan heatsink melekat langsung pada GPU serta dibuat lebih lebar agar penyerapan panas lebih maksimal demi menghasilkan sistem pembuangan suhu panas lebih baik.

Kartu grafis ini jarang mengeluarkan bunyi saat beroperasi, sebab kipas serta sistem pendinginnya akan benar-benar bekerja saat suhu perangkat menyentuh 55 derajat celcius.

Dimensinya kartu grafis ini juga cukup besar dan tebal, 29,8 x 13,4 x 5,25 cm sehingga membutuhkan ruang yang cukup lega pada casing PC yang digunakan. Interface-nya hadir dengan PCIe 3.0 serta membutuhan dua 8-pin connector untuk pasokan daya.

Pada panel I/O Port ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming hadir dengan port yang sangat lengkap, mulai dari dua port HDMI yang mendukung VR, dua port DisplayPort dan satu port DVI.

Bagaimana Performanya?
Saat diperkenalkan AMD pada tahun 2017, Radeon RX Vega 64 yang berbasis arsitektur 14nm memiliki base clock 1247MHz dan boost clock 1546 tapi ROG Strix RX Vega 64 O8G Gaming mengalami peningkatan base clock menjadi 1298MHz dan boost clock 1590MHz.

Sementara VRAM yang dibawa juga tergolong besar yakni 8GB HBM2 dengan memory clock 945MHz. Medcom.id kemudian melakukan pengujian ROG Strix RX Vega 64 O8G Gaming menggunakan dua jenis prosesor yaitu Intel Core i7-8700K, dan AMD Ryzen 7 2700, berikut testbed yang digunakan Medcom.id:
 

Prosesor Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
Motherboard ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
VGA Colorful GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64
Pendingin Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU Corsair RM850X
Monitor ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
Mouse Logitech G903, Logitech G603
Keyboard Logitech G610 Orion, Logitech G13
Headset Logitech G430, Logitech G633

Dalam pengujian yang dilakukan, kami mengawalinya dengan pengujian menggunakan software 3DMark dengan skenario pengujian Fire Strike pada dua prosesor berbeda. Medcom.id menemukan bahwa ROG Strix RX Vega 64 O8G Gaming mampu menghasilkan skor lebih tinggi saat dipadukan prosesor Intel Core i7-8700K ketimbang AMD Ryzen 7 2700.

Selisih skor tersebut cukup jauh ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming dengan Intel Core i7-8700K mendapatkan skor 19341 sementara dengan AMD Ryzen 7 2700 hanya diperoleh skor 15727. Artinya performa kartu grafis ini lebih maksimal dengan prosesor Intel, meskipun performa yang ditunjukkan saat menggunakan prosesor AMD masih tergolong cukup memuaskan.

Beralih kepada pengujian menggunakan game yang biasa menjadi standar pengujian kartu grafis oleh Medcom.id juga dicatat performa ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming sangat baik meskipun hasilnya jauh lebih memuaskan saat menggunakan prosesor Intel Core i7-8700K dibandingkan AMD Ryzen 7 2700.

Pada benchmark gaming menggunakan prosesor Intel Core i7-8700K, ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming mampu mencatat frame rate tertinggi di ketiga game di atas angka 60fps termasuk di game Ashes of Singularity: Escalation yang selama ini dikenal memang cukup berat kualitas grafisnya.

Beralih ke benchmark gaming menggunakan prosesor AMD Ryzen 7 2700, frame rate yang dihasilkan tidak buruk ,hanya karena average frame rate yang dihasilkan seluruhnya menembus 30fps meskipun frame rate tertingginya tidak mencapai 60fps di game Ashes of Singularity: Escalation.

Seluruh hasil pengujian di atas dilakukan dalam mode default untuk mengetahui performa standar bawaan ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming. Penggunanya masih bisa memaksimalkan performa tersebut lewat fitur software GPU Tweak II dan Gaming Booster yang ditanamkan langsung di dalam perangkat ini.

Kesimpulan
ASUS ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming harus diakui bisa menjadi pilihan alternatif bagi konsumen yang menginginkan kartu grafis dengan performa yang masuk kasta tertinggi bersaing dengan NVIDIA GeForce seri GTX 1070 tapi dengan harga yang lebih terjangkau.

Berdasarkan informasi di situs Amazon, ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming dibanderol di harga USD626,97 atau Rp8,8 juta yang tergolong lebih murah dibandingkan kompetitor ASUS yang menawarkan produk dengan GPU dan VRAM yang sama.

Performanya menurut Medcom.id sudah cukup memuaskan dan mumpuni untuk diandalkan dalam beragam kebutuhan gaming maupun profesional content creator. Kekurangannya mungkin desain yang tidak berbeda dengan kebanyakan seri ASUS ROG Strix serta ukurannya yang memang besar.
 

ASUS ROG Strix RX Vega 64 08G Gaming

Plus

  • Performa memuaskan
  • Port lengkap dan banyak
  • Sistem pendingin sangat baik

Minus

  • Desain wajah yang masih sama
  • Ukurannya yang besar

(MMI)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.

Gigabyte X470 Aorus Gaming 7 WiFi, Menawan dan Komplit

Jakarta: Prosesor AMD Ryzen Generasi ke-2 dari seri Ryzen 7 2700X masih menjadi primadona bagi konsumen yang menginginkan prosesor bertenaga seperti kompetitor AMD tapi dengan harga yang diaptok jauh lebih murah.

Alhasil bisa ditebak begitu banyak produsen motherboard yang kemudian menyiapkan beragam produk untuk kompatibel dengan prosesor tersebut, mulai dari ASUS, ASUS ROG, ASRock, MSI dan banyak lagi. Medcom.id sempat berkesempatan untuk menjajal prosesor tersebut di motherboard chipset X470 milik Gigabyte.

Medcom.id menjajal AMD Ryzen 7 2700X menggunakan motherboard Gigabyte X470 Aorus Gaming 7 WiFi. Dalam jajaran produk motherboard, Gigabyte X470 Aorus Gaming 7 WiFi boleh dibilang termasuk dalam golongan motherboard seri tertinggi.

Pertama, desainnya yang harus diakui menawan. Desainnya terlihat sangat solid dengan adopsi armor di beberapa bagian komponennya serta dilengkapi logo Aorus dengan kesan material metal.

Bagi Anda yang menggemari fitur RGB LED, mungkin sepakat bahwa desain motherboard ini semakin menawan saat digunakan. Alasannya Medcom.id menemukan bahwa X470 Aorus Gaming 7 WiFi dilengkapi oleh cukup banyak ornamen RGB LED.

Jadi motherboard ini akan berpendar memancarkan cahaya dari LED RGB yang sudah melekat yang tentunya juga masih bisa dikustomisasi lewat teknologi RGB Fusion Gigabyte. Tampilan LED RGB yang disuguhkan cukup bagus, tidak murahan atau ala kadarnya.

Armor yang disediakan di X470 Aorus Gaming 7 WiFi juga ternyata cukup lengkap. Medcom.id menemukan slot PCIe dan slot RAM seluruhnya dilengkapi dengan armor serta LED RGB. Berbeda dengan motherboard lain yang kerap menyediakan armor di slot PCIe pertamanya saja.

Untuk spesifikasi, X470 Aorus Gaming 7 WiFi memiliki fitur lengkap. X470 Aorus Gaming 7 WiFi memiliki expansion slot cukup banyak, terdiri dari tiga slot PCIe 16 dan dua slot PCIe x1 yang memiliki mode berbeda-beda.

Satu PCIe 3.0 x16 berjalan di mode x16 dan x8, satu PCIe x16 berjalan di mode x8, dan sisanya satu PCIe x16 berjalan di mode x4 sekaligus otomatis tidak berfungsi saat konsumen mengguakan slot M.2.

Slot PCIe x16 yang pertama juga sudah mendukung fitur penggunaan lebih dari satu kartu grafis milik NVIDIA Quad-GPU SLI dan AMD Quad-GPU Crossfire. Beralih ke slot RAM, X470 Aorus Gaming 7 WiFi memiliki empat slot RAM DDR4 yang mendukung konfigurasi dual channel memory hingga kapasitas 64GB.

Bagi Anda yang menggemari kegiatan overclocking, X470 Aorus Gaming 7 WiFi menyedikan fitur Extreme Memory Profile (XMP) dan mendukung kecepatan transfer memori dengan kecepatan hingga DDR4-3600 dalam mode overclocking.

X470 Aorus Gaming 7 WiFi juga masih memudahkan mode overclocking lewat OC Button serta tambahan fitur lainnya seperti POST Code Display, BIOS Selector Switch sekaligus untuk menonaktifkan fitur Dual BIOS. Di bagian I/O panel belakangnya juga disediakan tombol Clear CMOS.

Lanjut ke bagian memori penyimpanan, X470 Aorus Gaming 7 WiFi memiliki dua slot M.2 serta enam port SATA 6Gbps yang mendukung sistem RAID 0, RAID 1, dan RAID 10. Melihat fitur storage yang disediakan, konsumen sudah ccukup memiliki modal awal untuk mengembangkan kapasitas penyimpanan yang besar.

Fitur yang komplit juga Medcom.id dapatkan di bagian panel belakang I/O Port yang di antaranya terdiri dari enam port USB 3.1 Gen1, satu USB 3.1 Gen2 Type-C, satu port USB 3.1 Gen2 Type-A, dua port USB 2.0, port RJ-45 serta tombol Power dan Reset.

Selain itu juga terdapat dua konektor MMCX untuk antena modem WiFi yang dibekali teknologi Intel 11ac 2×2 WAVE2 WiFi, sebagai tambahan motherboard ini juga hadir dengan konektivitas Bluetooth.

Bagaimana Performanya?
Seperti yang diketahui prosesor AMD Ryzen 7 yang hadir dengan huruf “X” mendukung mode OC. Untuk memudahkan pengguna, AMD sudah menyediakan software AMD Ryzen Master Utility 2 yang bisa memantau dan kustomisasi performa setiap core dengan interface yang lebih mudah.

Meskipun begitu, dalam pengujian yang dilakukan Medcom.id kali ini dilakukan dalam mode default untuk melihat performa standar bawaannya. Mengingat harga dan performa yang dijanjikan, tentu pengguna awam yang tidak melakukan overclocking juga tertarik untuk memilikinya.

AMD Ryzen 7 2700X dipasang pada motherboard X470 Aorus Gaming 7 WiFi didukung cooler Wraith Prism dengan dua keping RAM Corsair Vengeance LPX 3200MH (2x8GB) DDR4 Dual Channel dan kartu grafis NVIDIA GTX 1070Ti 8GB.
 

Prosesor AMD Ryzen 7 2700X
RAM  Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
VGA NVIDIA GTX 1070Ti 8GB
Storage Corsair Neutron XTi 240GB
PSU Corsair RM850X
Pendingin AMD Wraith Prism
Monitor  ASUS PB287Q 4K
Mouse Logitech G903
Keyboard Logitech G610 Orion
Headset Logitech G430

Dalam pengujian sintetik benchmark menggunakan software, AMD Ryzen 7 2700X berpadu menghasilkan skor yang tergolong tinggi. Pada pengujian PC Mark 10 diperoleh skor 6864 dan 3D Mark mencapai skor 15565.

Lalu kami lakukan pengujian selanjutnya menggunakan Cinebench 15, diperoleh skor single threading hingga 175 dan multi threading 1768.
 

Benchmark PCMark 10 3DMark Fire Strike Cinebench 15 Single Thread Cimebench 15 Multi Thread
Skor 6684 15565 175 1768

Seluruh skor tersebut bagi kami sudah menunjukkan performa yang tergolong terbaik untuk menunjang kegiatan konten kreator dan gaming. Untuk memastikan pengalaman gaming, kami melakukan pengujian menggunakan tiga game yakni The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of the Singularity: Escalation, dan Far Cry 5.

Kami mencoba memainkan ketiga game tersebut dengan konfigurasi grafis di resolusi 1920 x 1080 dan kualitas grafis rata kanan alias Ultra. Hasilnya ketiga game tersebut mampu berjalan dengan framerate di atas 60fps lancar tanpa stuttering.

Kesimpulan
Melihat hasil performa yang dihasilkan oleh X470 Aorus Gaming 7 WiFi dipadukan dengan prosesor AMD Ryzen 7 2700X membuktikan motherboard besutan Gigabyte ini memang layak berpadu dengan salah satu prosesor bertenaga dari AMD.

Gigabyte X470 Aorus Gaming 7 WiFi cukup menjadi modal awal bagi konsumen menciptakan PC bertenaga untuk kebutuhan gaming sekaligus content creator termasuk enthusiast yang menggemari kegiatan overclocking.

Kelengkapan fitur yang disediakan bisa menjadi modal apabila Anda berniat ke depannya melakukan upgrade pada PC Anda untuk mengikuti kebutuhan dari software maupun game yang akan dirilis ke depannya.

Harganya sendiri USD239,99 atau sekitar Rp3,3 juta. Konsumen bisa merogoh lebih dalam dompet mereka, sementara merek lain dengan spesifikasi dan kelas yang sama berani membanderol harga lebih murah.
 

X470 Aorus Gaming 7 WiFi

Plus

  • Build quality bagus
  • Tampilan menawan berkat LED RGB dan desain armor
  • Fitur yang komplit

Minus

  • Harga harus lebih bersaing dengan kompetitor

(MMI)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta

Jakarta: Advan bukanlah nama asing di ranah produsen smartphone Indonesia. Mereka adalah produsen lokal yang telah lama berkecimpung dan menelurkan sejumlah perangkat yang ditawarkan dengan harga terjangkau.

Produsen asal Indonesia ini kembali menghadirkan smartphone terbarunya bertajuk Advan i6, digadang menawarkan kemampuan dan fitur premium, dalam perangkat yang dipasarkan dengan kisaran harga sebesar Rp1 jutaan.

Benarkah demikian? Berikut ulasan hasil pengujian yang kami lakukan pada Advan i6.

Desain

Advan i6 hadir dengan tampilan desain semi-unibodi, memungkinkan casis belakangnya dilepas untuk mengakses slot kartu SIM ganda dan microSD, namun dengan baterai yang menyatu dengan bodi perangkat dan tidak dapat dilepas.

Ponsel cerdas ini menggunakan bahan plastik mengkilat untuk membalut hampir seluruh bodi perangkat, dan hadir dengan sudut membulat. Tidak hanya sudut, ponsel ini juga hadir dengan tepian di masing-masing sisi membulat dan tidak tegas, terutama di tepian sisi bagian belakang.

Tepian membuat ini mampu menghadirkan kenyamanan dan mendukung kesan kokoh saat digenggam, meski mengusung ukuran layar sedikit besar yaitu 5,5 inci. Sayangnya, bahan plastik mengkilat ini sering kali mengganggu keindahan tampilan bodi perangkat karena mudah kotor oleh noda sidik jari.

Pada beberapa kesempatan, menggenggam perangkat dalam kondisi tangan sedikit berkeringat juga menimbulkan sedikit ketidaknyamanan, akibat bodi perangkat yang menjadi sedikit licin. Sementara itu seperti ponsel cerdas masa kini pada umumnya, bagian depan Advan i6 didominasi oleh layar pengusung desain 2,5D.

Selain itu pada bagian depan, Anda juga akan menemukan tiga tombol menu utama berbentuk tombol sentuh di bagian layar bawah. Anda juga akan menemukan jack headphone 3,5mm di sisi atas bodi ponsel, berdampingan dengan port microUSB 2.0 yang juga merupakan port charger.

Di sisi kanan, Anda akan menemukan tombol daya dan volume, sedangkan di sisi bawah terdapat dua rangkaian lubang yang berfungsi sebagai mikrofon dan speaker. Sementara di sisi belakang perangkat, Anda akan menemukan sensor pemindai sidik jari yang tersemat di bawah kamera belakang.

Mengingat slot kartu SIM dan microSD berada berdampingan dengan baterai dan tertutup casis bodi, Anda tidak akan menemukan slot kartu SIM pada umumnya, yang dapat diakses dengan menggunakan kunci ejector, sehingga sisi kiri perangkat ini bersih dari slot apapun.

Software & Antarmuka Pengguna

Advan i6 hadir dengan menggunakan sistem operasi Android 7.0 Nougat, didampingi oleh antarmuka pengguna karya Advan, IDOS versi 7.22. Antarmuka pengguna tersebut diklaim dibuat oleh teknisi Indonesia, sehingga menghadirkan berbagai fitur yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan konsumen Indonesia.

Fitur tersebut termasuk dukungan layanan komputasi awan atau cloud saat melakukan backup data pada perangkat, serta fitur Intelligent Assistant. Fitur tersebut memiliki kemampuan untuk menentukan jadwal ponsel aktif dan nonaktif sesuai keinginan Anda.

Mengingat Indonesia sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Advan turut menghadirkan aplikasi bertajuk Panduan Muslim sebagai aplikasi bawaan pada ponsel i6.

Selain itu, Advan i6 juga dibekali dengan aplikasi bernama Clone, berfungsi memindahkan data dari ponsel lama ke smartphone baru.

Tersedia juga aplikasi Speedup, memungkinkan Anda mengosongkan memori guna mempercepat kinerja ponsel saat ditekan. Uniknya, Advan mencoba menyuguhkan kemudahan bagi pengguna i6 dengan menghadirkan gestur usap dengan tiga jari dari atas ke bawah untuk melakukan screenshot.

Advan juga mengunggulkan fitur keamanan pada i6, dengan menghadirkan sejumlah fitur dan aplikasi yang diklaim mampu menghadirkan perlindungan terbaik pada data pengguna. Selain sensor pemindai sidik jari dan Face ID, Advan i6 juga berbekal Super App Lock, Privacy System dan Anti Theft.

Super App Lock berfungsi untuk mengamankan aplikasi yang dapat diakses setelah berhasil membuka kunci unik, dalam tiga pilihan yaitu pin, pola, dan gestur. Sementara itu, Privacy System berfungsi untuk menyembunyikan file penting dalam smartphone, seperti data, video, foto dan dokumen lainnya.

File yang tersimpan pada fitur Privacy System ini dapat diakses melalui menu telepon, dan menekan kode yang telah Anda buat pada dialer plate atau papan tombol nomor pada menu telepon. Sedangkan fitur Anti Theft berfungsi untuk mencari posisi smartphone jika Anda kehilangan i6, serta mengambil foto suasana sekitar atau orang yang memegang atau membawa ponsel, membunyikan alarm dan menghapus data dari jarak jauh.

Kamera & Video

Mengusung kamera belakang beresolusi 13MP dan kamera depan 5MP, Advan i6 cukup mampu menghasilkan foto dengan tampilan cukup baik pada kondisi pencahayaan baik. Sayangnya, pada kondisi pencahayaan redup, kamera perangkat ini kurang mampu menghasilkan gambar yang kurang memuaskan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat memanfaatkan dukungan lampu flash LED yang mendampingi kamera belakang. Selain itu pada menu kamera belakang, Advan juga menghadirkan mode Blur, memungkinkan perangkat menghasilkan foto dengan latar belakang buram.

Advan juga membekali kamera belakang i6 dengan sejumlah mode lain, seperti Van CAM dan Beauty, selain mode foto dan video pada umumnya. Seperti namanya, mode Beauty memungkinkan Anda mengaplikasikan filter untuk menjadikan wajah pada hasil foto terlihat, lebih cerah, mulus dan cantik.

Sedangkan fitur Vancam memungkinkan Anda merekam video singkat dengan durasi maksimal hingga 10 detik. Pada mode ini, Anda juga dapat menyesuaikan tingkat pada mode kecantikan, serta dapat mengaplikasikan sejumlah stiker menarik.


Kamera depan dengan mode Potret

Sementara itu, kamera depan Advan i6 juga dibekali dengan mode pemotretan serupa, namun mode blur hadir dengan nama berbeda yaitu Potret. Pada mode Potret, Anda dapat menyesuaikan tingkat keburaman latar belakang pada foto.

Performa & Baterai

Didukung prosesor MediaTek 6737 quad-core 1,3GHz dan RAM 2GB, performa yang disuguhkan oleh Advan i6 cukup baik, meski pada beberapa kesempatan, kami masih dapat menemukan lag yang terkadang mengganggu kesenangan penggunaan.

Pada penggunaan sehari-hari, Advan i6 masih mampu menghadirkan pengalaman penggunaan tanpa gangguan lag, seperti beralih dari satu aplikasi ke aplikasi, serta saat menjelajahi sejumlah tab di browser. Namun, pada aktivitas lebih berat seperti memainkan game seperti Ashpalt 8: Airborne, lag sempat kami temukan.

Lag juga sempat kami temukan saat mengaktifkan layar dengan menekan tombol daya, yang membutuhkan waktu sedikit lebih lama saat mengaktifkan layar setelah tidak aktif selama beberapa lama. Namun, jika layar belum lama dikunci, menekan tombol daya akan segera mengaktifkan layar ponsel.

Performa ponsel cerdas terbaru Advan ini juga terekam dalam hasil pengujian dengan memanfaatkan aplikasi benchmark 3DMark dan PCMark. Pada 3DMark Ice Storm Unlimited 3.690, sedangkan pada aplikasi PCMark Work 2.0, Advan i6 memperoleh hasil 2629.

Sementara itu, layar Advan i6 mampu menghadirkan suguhan konten yang baik, dengan ketajaman dan detil yang tergolong baik, berkat dukungan resolusi HD pada layar. Kenikmatan menyaksikan konten pada perangkat ini juga didukung oleh ukuran layar yang tergolong luas, dengan rasio aspek 18:9.

Untuk baterai, Advan i6 berbekal baterai berkapasitas 3.300 mAh yang tergolong cukup besar. Baterai tersebut mampu menjaga perangkat bertahan selama 7 jam pada kondisi penggunaan aktif, sedangkan dalam kondisi penggunaan normal selama hingga 9 jam.

Kesimpulan
Dengan penawaran harga terjangkau yaitu Rp1.499.000, Advan i6 cukup mampu menawarkan performa dan pengalaman penggunaan yang menyenangkan, dengan gangguan lag yang masih dapat ditoleransi. Kesenangan menyaksikan konten didukung oleh tampilan pada layar yang tajam.

Sayangnya, bagi Anda yang mengharapkan kemampuan pengisian daya baterai cepat, Advan i6 mungkin tidak mampu menjadi perangkat pilihan, karena tidak dibekali dengan fitur tersebut.
 

  Advan i6
Prosesor MediaTek MT6737
RAM RAM 2GB
OS Android 7.0 Nougat + IDOS 7.22
Memori Internal 16GB
Kamera 13MP (belakang), 5MP (depan)
Baterai 3.300 mAh
Layar 5,5 inci
Harga Rp1.499.000

Plus

  • Harga terjangkau
  • Layar luas dan tajam
  • Baterai cukup besar

Minus

  • Performa
  • Tanpa fitur pengisian daya baterai cepat

(MMI)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.

Menilik Aerocool PGS-V Cylon RGB

Jakarta: Aerocool, perusahaan asal Taiwan, punya satu casing PC Aerocool PGS-V Cylon yang hadir dengan desain midtower

Menggunakan material metal dengan ketebalan 0,5mm berbalut warna hitam Aerocool PGS-V Cylon mendukung pemasangan sistem berbasis motherboard jenis ATX, micro-ATX, dan mini-ITX. Jenisnya yang tergolong mid-tower hadir dengan dimensi 198 x 469 x 413mm.

Pada panel bagian depan terdapat ornamen garis yang di dalamnya dilengkapi dengan RGB LED Strip yang bisa dioperasikan maupun dinonaktifkan lewat tombol LED yang terletak di bagian atasnya. Untuk fitur LEd RGB tersebut Aerocool menyediakan tujuh warna LED dengan 13 mode serta enam mode RGB flow.

Oleh Aerocool. tampilan LED RGB tersebut digadang sebagai nilai jual casing ini. Kami juga menemukan sedikit ornamen geometris di bagian bawah panel depannya. Beralih ke bagian atasnya terdapat grill ventilasi yang dilengkapi material pelapis.

Meskipun material yang digunakan cukup bagus tapi menurut kami desainnya wajahnya terkesan masih sederhana alias biasa saja. Tampilan LED RGB yang melekat di bagian depannya juga masih terasa kurang untuk sebuah produk yang menawarkan fitur LED RGB.

Anda juga akan menemukan deretan panel depan I/O Port di atasnya, yang terdiri dari satu port USB 3.0, dua port USB 2.0, dua jack untuk HD audio & mikrofon, serta dua slot untuk SD Card Reader. Tidak ketinggalan tombol Power dan Reset juga hadir di deretan front I/O Port.

Melihat I/O Port yang disediakan menurut kami Aerocool PGS-V Cylon sudah menyediakan I/O Port yang lengkap serta akses yang mudah dengan posisinya yang berada dekat dengan bagian depan atau wajah casing ini.

Beralih ke sisinya, Aerocool PGS-V Cylon hanya memiliki panel akrilik transparan di panel sebelah kiri untuk menampilkan pendaran RGB LED yang terdapat di sistem hardware yang terpasang di dalamnya.

Sementara panel sisi kanannya menggunakan material yang sama seperti bagian utama casing, baik panel sisi kanan dan kiri bisa dibuka dengan mudah tanpa alat bantuan karena sudah tersedia baut yang tinggal diputar dengan dua jari.

Untuk memasang sistem hardware, kami mengakses bagian dalam atau ruang utamanya dari sisi panel sebelah kanan yang menggunakan acrylic. Kami menemukan ruang tersebut cukup lega, sesuai dengan jenis motherboard yang kompatibel dengan casing ini.

Di dalamnya kami menemukan casing Aerocool PGS-V Cylon langsung hadir dengan satu kipas pendingin ukuran 120mm tapi casing ini masih menyediakan konfigurasi sistem pendingin yang lebih banyak lagi sesuai kebutuhan.

Aerocool PGS-V Cylon menyediakan ruang untuk satu kipas 120mm di bagian, tiga kipas 120mm di bagian depan atau dibalik panel depan serta satu lquid cooling ukuran 120mm. Tidak hanya itu, Anda juga bisa memang dua kipas pendingin GPU.

Hal tersebut menjadi nilai lebih bagi casing ini karena artinya Anda bisa menciptakan kustomisasi sistem hardware Anda dan tidak perlu cemas lagi karena casing ini mendukung konfigurasi sistem pendingin yang Anda rancang.

Sementara untuk mendukung sistem penyimpanan, Aerocool PGS-V Cylon menyediakan bagian untuk memasang dua buah SSD 2,5 inci dan dua buah HDD 3,5 inci. Posisinya terbagi menjadi satu SSD yang diakses dari panel kanan, sementara satu SSD dan dua HDD diakses dari panel sebelah kiri.

Aerocool PGS-V Cylon tetap masih membawa tool less ke bagian dalamnya dengan menyediakan bracket HDD dengan mekanisme geser atau seperli laci untuk mengaksesnya. Untuk sebuah harga Rp700 ribu, rasanya Aerocool PGS-V Cylon sudah mampu menawarkan casing mid tower yang cukup bisa digunakan untuk ke depannya menambah hardware atau ekspansi karena fiturnya yang cukup lengkap.
 

Aerocool PGS-V Cylon

Plus

  • Dimensi besar, bagian dalam lega
  • Tool-less, proses pemasangan mudah
  • Mendukung kustomisasi sistem pendingan yang leluasa

Minus

  • Bentuk kurang menawan

(MMI)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.

Menjajal Performa ASUS ROG Strix GTX 1070 Ti Gaming

Jakarta: Setiap pengguna PC terutama mereka yang merupakan gamer atau content creator tentu ingin menanamkan kartu grafis seri tertinggi di dalamnya. Tentu saja itu membutuhkan usaha, misalnya menabung uang yang cukup.

Seri tertinggi sebuah komponen hardware selalu dibanderol dengan harga yang lumayan mahal juga, sebagian orang mungkin rela menurun sedikit seri yang yang diinginkan asal masih memiliki performa yang tergolong tinggi.

Hal ini yang Medcom.id tangkap dari ASUS ROG Strix GTX 1070Ti-A8G-Gaming yang menjadi salah satu varian kartu grafis yang disediakan ASUS. Kartu grafis ini ditawarkan bagi konsumen yang mungkin belum mampu membeli seri GTX 1080 tapi masih menginginkan kartu grafis yang hampir sama bertenaga.

Kartu grafis ini hadir dengan desain khas ala kartu grafis seri ASUS ROG Strix yang dilengkapi dengan logo ROG. Hadir dengan seri GPU tertinggi membuat kartu grafis ini dilengkapi dengan teknologi pendingan kelas atas yakni tiga kipas pendingin serta heatsink yang tebal.

ASUS masih menggunakan teknologi MaxContact untuk membuat permukaan heatsink melekat langsung pada GPU serta dibuat lebih lebar agar penyerapan panas lebih maksimal demi menghasilkan sistem pembuangan suhu panas lebih baik.

Tiga kipas pendinginnya tidak hanya menang dari segi jumlahnya, tapi juga teknologinya dengan masih menggunakan desain Wing Blade yang menghasil aliran udara yang lebih baik dan kencang, juga tingkat kebisingan yang benar-benar minim.

Kipas pendinginnya tidak akan bekerja sepenuhnya apabila temperatur GPU masih di bawah 55 derajat celcius.

Pada bagian wajahnya serta logo ASUS ROG di backplate ditanamkan LED RGB yang bisa dikustomisasi dengan software ASUS Aura Sync, pas bagi pemuja tampilan RGB yang ingin seluruh komponennya berpendar bersamaan dengan pola yang dikustomisasi.

ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming memiliki bus standard jenis PCIe 3.0 dan dukungan daya yang menggunakan satu 8-pin. Untuk konektivitas tersedia satu port DVI, dua port HDMI, dua port DisplayPort yang sudah mendukung NVIDIA G-Sync serta VR.

Bagaimana Performanya?
ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming hadir dengan GPU NVIDA GeForce GTX 1070 Ti dengan VRAM GDDR5 8GB serta jumlah CUDA 2432 core serta memory clock 8008MHz.

Di atas kertas, ASUS mengklaim kartu grafis ini memiliki engine clock speed dalam OC Mode-GPU Boost Clock 1759 MHz dari Base Clock 1683MHz dan Gaming Mode (default)-GPU Boost Clock 1683MHz dari Base Clock 1607MHz.

Medcom.id melakukan pengujian ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming menggunakan dua prosesor yang berbeda yakni Intel Core i7-8700K dan AMD Ryzen 7 2700.
 

Prosesor Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
Motherboard ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
VGA Colorful GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
Pendingin Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU Corsair RM850X
Monitor ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
Mouse Logitech G903, Logitech G603
Keyboard Logitech G610 Orion, Logitech G13
Headset Logitech G430, Logitech G633

Untuk software benchmark yang digunakan pertama adalah 3DMark Firestrike. Kami menemukan bahwa skor yang dihasilkan ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming jauh lebih tinggi saat dipadukan dengan prosesor Intel Core i7-8700K yakni 16808, sementara skor saat diuji menggunakan AMD Ryzen 7 2700 mencapai 15004.

Beralih ke pengujian saat sambil digunakan memainkan game, ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming dengan prosesor AMD Ryzen 7 2700 tercatat bisa memproleh frame rate lebih tinggi ketimbang menggunakan prosesor Intel Core i7-8700K dalam tiga jenis game yang kami gunakan.

Meskipun begitu penggunaan ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming dengan dua jenis prosesor yang berbeda tersebut tetap mampu menghasilkan average frame rate mendekati 60 fps serta frame rate tertinggi di hingga menyentuh 70fps bahkan lebih di beberapa game.

Tentu saja bagi pengguna ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming yang masih ingin bisa mendapatkan performa yang lebih tinggi, ASUS telah menyiapkan fitur kelas atas di kartu grafis ini yakni ASUS GPU Tweak II yang memudahkan proses overclocking secara otomatis dengan preset yang tersedia maupun manual.

Kesimpulan
Tidak banyak minus yang bisa saya temukan pada ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming mengingat produk ini masih masuk dalam kartu grafis kelas atas lewat performa serta spesifikasi yang dibawanya.

Harganya yang dibanderol dinilai wajar untuk sebuah kartu grafis atas. Hal yang perlu diingat adalah bahwa kartu grafis ini hadir dengan form factor kartu grafis yang memiliki tiga kipas, membuat dimensinya jauh lebih besar. Anda juga harus memperhatikan ruang di dalam casing PC Anda.
 

ASUS ROG Strix GTX1070Ti-A8G-Gaming

Plus

  • Performa kencang dan memuaskan
  • Sistem pendingin sangat baik
  • Memiliki fitur tweaking

Minus

  • Ukuran lumayan besar

 

(MMI)

Situs Sbobet Judi Bola Online Indonesia Terpercaya Terbaik Terbesar Dengan Layanan Perbankan 24 Jam.