Keluarga korban JT 610 didampingi “family asistant”

Jakarta (ANTARA News) – Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 didampingi “family assistant” yang merupakan personel Lion Air dengan tugas  membantu keperluan dan mempermudah mobilisasi keluarga korban selama berada di Jakarta.

“Kami tempatkan `family assistant` untuk memberikan pendampingan secara personal,” kata Perwakilan komunikasi perusahaan penerbangan Lion Air Ramaditya Handoko di posko krisis di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Jumat.

Ramaditya menuturkan satu personel “family assistant”atau pedamping keluarga bertugas untuk mendampingi maksimal tiga keluarga korban.

Pendampingan secara personal tersebut ditujukan untuk mempermudah keluarga korban dalam mobilisasi dan akses informasi sehingga mereka dilayani dan diperhatikan dengan baik dan tidak kebingungan selama berada di posko krisis di Jakarta.

Baca juga: 69 keluarga penumpang JT 610 ikuti pemulihan trauma

Keluarga korban dapat menyampaikan perihal kebutuhan kepada petugas pedamping keluarga seperti ingin pergi ke Rumah Sakit Polri atau ke bandar udara, pendaftaran untuk uang tunggu, informasi tentang kelengkapan dokumen dan akses informasi.

Dengan bantuan petugas pedamping, keluarga korban tidak perlu harus mengantre lama di meja registrasi maupun kesulitan mengakses informasi.

“Family assistant berada di sekitar keluarga korban, mendampingi dan membantu keluarga korban,” katanya.

Keluarga korban juga menyimpan kontak petugas pedamping sehingga meskipun keluarga korban kembali ke kota asal, tetap dapat memperoleh informasi atau bertanya kepada petugas pedampingnya.

Petugas pedamping tetap menjaga hubungan dekat dengan keluarga korban sampai waktu yang tidak ditentukan setidaknya hingga proses masalah ini selesai.

Baca juga: 150 keluarga korban klaim uang tunggu Rp5 juta
Baca juga: Lion Air buka 114 kamar hotel untuk keluarga korban

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018