Ronal Surapradja Sebut Komika Harus Punya Konsistensi

Jakarta: Ronal Surapradja menilai kehadiran stand-up comedian atau komika telah menjadi seperti “menu instan” bagi berbagai konten dan program acara yang berusaha bagus dan menghibur. Sayangnya, tidak semua upaya ini berhasil. 

“Kenapa sih apa-apa harus stand-up comedian?” kata Ronal kepada Medcom.id di kawasan Tebet, Rabu kemarin, ketika disinggung apakah rencana program sitcom barunya bersama pemain eks Extravaganza akan melibatkan komedian tunggal.

“Untuk setiap media atau acara sekarang, stand-up comedian itu seperti bumbu penyedap, harus ada. Ada siaran radio, gimana biar bagus? Panggil stand-up comedian. Acara TV? Pakai stand-up comedian. Film? Pakai stand up comedian. Ada yang berhasil, ada yang enggak. Ada yang bumbunya pas, ada yang kurang, ada yang kelebihan,” tuturnya.

Namun, Ronal menegaskan dirinya tidak berupaya membuat kubu kontra stand-up comedian. Dia mengaku segan karena para pelawak tunggal ini memiliki komunitas yang besar, kuat dan solid. 

“Saya enggak anti, tetapi lebih suka orang-orang yang tidak terlalu harus dibuat menjadi lucu karena kami (Extravaganza) pun bukan pelawak. Kami adalah aktor dan aktris yang memainkan naskah komedi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ronal memberi sorotan khusus terhadap konsistensi dan tanggung jawab pelawak generasi baru ini, yang kebanyakan adalah millenial generasi Y. Pria kelahiran 1977 ini berharap mereka bisa belajar lebih banyak dari komedian yang sudah berpengalaman. Salah satunya soal komitmen.

“Saya sangat suka dengan militansi dan kekompakan mereka. Komunitas kuat banget dan saling mendukung,” ujar Ronal. “Namun ketika harus bersaing dalam dunia hiburan, kembali lagi, mereka harus punya tak hanya keahlian, tetapi juga konsistensi dan tanggung jawab kepada profesinya.”

Dia memberikan contoh kasus sejumlah komedian yang melanggar komitmen kerja di radio karena sibuk tampil di pertunjukan komedi tunggal. Ronal juga menerima keluhan ini dari temannya sesama penyiar. 

“Ada beberapa radio yang penyiarnya stand-up comedian. Ternyata enggak komitmen. Banyak show, radio ditinggalkan. Ya gimana, di radio kan datang setiap hari, enggak boleh telat. Mungkin hype sedang tinggi, acara televisi sedang banyak, ada tur, siaran radio ditinggal,” tutur Ronal.

“Padahal sama-sama penting,” pungkasnya.

(DEV)