Palestina Tidak Akan Biarkan Sistem Apartheid Terbentuk

Jakarta: Sejumlah kecil warga Palestina sudah tidak yakin lagi dengan solusi dua negara untuk memecahkan masalah Palestina dan Israel. Namun Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki tegas menginginkan solusi dua negara.

“Beberapa warga Palestina menilai solusi dua negara tidak lagi dapat terwujud. Ini terlihat dari pesatnya pembangunan pemukim Israel di wilayah Palestina,” ujar Menlu Maliki di Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia, di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

“Jika pembangunan (pemukiman Israel) terus berlanjut, maka tidak akan tercipta Palestina. Tidak ada lahan tersisa untuk membentuk negara Palestina,” tegas Maliki.

Kemudian Menlu Maliki menambahkan bahwa Israel bermaksud memperluas pembangunan pemukiman di Tepi Barat. Hal itu bahkan berpotensi membagi dua wilayah Tepi Barat. Hal ini sangat bertentangan dengan keinginan Palestina.

“Kami ingin memiliki negara sendiri. Kami ingin menikmati menjadi warga di negara sendiri, hingga saat ini kami tidak pernah merasakan hal tersebut,” ucapnya.

Palestina ingin negara sendiri sebagai bagian dari solusi dua negara dan dunia internasional pun mendukung hal tersebut, di mana Palestina dan Israel hidup berdampingan. Tetapi jika memaksakan pembentukan satu negara, ada dua konsekuensi yang harus dihadapi oleh Palestina.

Pertama, Palestina bisa membentuk demokrasi yang dikendalikan secara penuh oleh rakyat Palestina termasuk juga aparatur negaranya. “Tetapi apakah Israel akan menerima hal itu. Saya kira tidak. Mereka akan menolak keras,” sebut Maliki.

“Kedua, jika bukan solusi satu negara, maka yang akan terjadi adalah sistem apartheid. Di mana Israel akan membentuk satu negara dengan dua sistem. Satu sistem untuk warga Israel dan satu lagi untuk Arab Palestina,” tuturnya.

“Kami tentunya tidak ingin ada sistem apartheid. Itu sebabnya kami memilih solusi dua negara,” tegas Menlu Maliki.

Menlu Maliki menegaskan, pembentukan solusi dua negara memberikan Palestina hak dan negara sendiri. Solusi itu juga memberikan harga diri dan kebebasan di negara sendiri.

“Solusi dua negara adalah yang terbaik untuk kami,” pungkas Menlu Maliki.

(WAH)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.