Wajib Tahu! Ini 4 Tahapan yang Anda Alami saat Ngeseks

Suara.com – Sebagian besar orang mungkin mendefiniskan seks sebagai kegiatan memasukkan penis ke vagina sampai orgasme, yang diakhiri dengan tidur bersama. Namun, perlu diketahui bahwa sebelum mencapai orgasme, tubuh akan lebih dulu melewati empat tahapan berikut ini. 

Apa sajakah itu? Simak penjelasannya seperti dilansir Prevention

Tahap 1: Rangsangan

Dalam tahap ini, foreplay dimulai sebagai rangsangan seksual. Pada pria, meningkatnya aliran darah saat foreplay berlangsung membuat penis menegang, testis membengkak, dan buah zakar mengencang. Selain itu, penis mulai mengeluarkan cairan pra-ejakulasi.

Sementara pada wanita, aliran darah yang meningkat menyebabkan vagina membengkak dan melebar hingga mulai ‘basah’. Klitoris juga akan membengkak, seperti penis. Selain itu, payudara Anda menjadi tampak penuh dan bengkak. 

Tahap 2: Masa Stabil

Biasanya pada fase ini Anda dan pasangan melakukan penetrasi, seks oral, atau aktivitas seksual lainnya yang cukup intens. Pada pria, penis ereksi sepenuhnya karena menerima aliran darah yang lebih banyak. 

Sedangkan pada wanita, bibir vagina akan mengencang. Klitoris menjadi sangat sensitif saat disentuh. Baik pria dan wanita akan mengalami napas yang memburu dan detak jantung yang cepat. Fase ini terjadi untuk menyambut orgasme. 

Tahap 3: Orgasme

Orgasme merupakan fase klimaks dari semua tahapan. Orgasme biasanya berlangsung selama beberapa detik saja. 

Pada pria, cairan air mani mulai terkumpul di dalam bola uretra. Jika pria merasa yakin akan mengalami orgasme, maka penis akan berkontraksi dan berlanjut ke ejakulasi. 

Pada wanita, selain otot vagina menegang, otot rahim juga ikut berkontraksi. Beberapa wanita mungkin mengalami orgasme yang ditandai dengan keluarnya cairan ejakulasi vagina yang terasa seperti sedikit mengompol. 

Tahap 4: Pemulihan

Setelah melewati orgasme, Anda akan kembali ke posisi semula. Otot-otot tubuh akan kembali rileks. Bagian-bagian tubuh, baik pada pria dan wanita, yang mengalami pembengkakan perlahan kembali ke posisi semula (normal).